Makna Ulang

Tiga Puluh Tahun

Angka yang membuatku sedikit takut.

Aku menyapa kembali waktu yang sudah tak bisa kupegang, bertanya kepada masa lalu apa yang sudah kulewatkan selama ini?

Aku juga berdialog dengan bayangan masa depan, bayangan yang beragam. Ada yang jelas, dan ada juga yang samar. Ternyata impianku belum memudar, masih terlihat jelas dan terus memanggilku untuk mencapainya.

Buatku, hanya ada 1 perubahan besar yang kualami, yaitu tanggung jawab yang tidak lagi sederhana.

Menjadi istri dan ibu membuatku melakukan hal-hal magic yang sebelumnya tidak bisa dan tidak pernah aku lakukan. Aku menjadi bergairah untuk berproses menjadi individu yang lebih baik. Sejauh ini masih didominasi oleh hal-hal yang positif, semoga seterusnya.

Tujuan hidup lebih mengerucut

Buatku, berkeluarga membuat tujuan hidup semakin mengerucut. Apapun yang kita lakukan, keluarga pasti menjadi prioritas utama. Apalagi setelah memutuskan beraktivitas di ranah domestik. Prioritas utamaku saat ini adalah suami dan anak. Aktivitas lainnya adalah bonus.

Memilih menjadi ibu domestik memberiku banyak momen untuk menggali emosi diri lebih dalam. Bagiku, berdamai dengan diri sendiri adalah kunci utama untuk bisa menjalankan peran ini dengan lebih maksimal dan professional. Sehingga, peranku dapat dirasakan oleh Customer utamaku yaitu suami dan anak.

Being present

Kebiasaan suami yang selalu memberikan jiwa dan raganya di setiap momen mulai membuatku tertarik. Dia selalu menikmati momen tanpa memedulikan feeds sosial media. Mengambil foto pun seperlunya untuk dokumentasi pribadi.

Akhirnya, aku tertular dan aku sangat mengapresiasi perubahanku ini.

Di setiap momen, aku menjadi enggan menyibukkan diri dengan berfoto dan lebih ingin “hadir” dalam momen itu. Entah saat pergi ke suatu tempat atau ketika bercengkrama dengan teman. Satu hal yang bisa membuatku kecewa adalah ketika sedang mengobrol dengan teman dan mereka malah sibuk dengan gadget.

Menghargai kualitas pertemanan.

Siapa yang setuju kalau menjadi ibu domestik membuat lingkar pertemanan berkurang?

Aku sih sangat setuju. Untuk itu, aku belajar menjaga kualitas pertemanan yang aku punya. Meski temanku menjadi sangat sedikit, aku akan berupaya untuk menjaga kualitasnya.

Birthday is only a matter of time

Salah satu tanda menua yang aku alami adalah tidak menganggap ulang tahun sebagai sesuatu yang “wah” lagi.

Sepertinya aku yang terlalu apatis, entah kenapa aku tidak sebaper itu lagi dengan selebrasinya. Bagiku, momen ini adalah pengingat untuk merefleksikan diri, apakah waktu yang kita gunakan sudah cukup berkualitas? Sekaligus mengingatkan, bekal apa yang sudah aku persiapkan untuk bertemu batas akhir tugasku di dunia ini?

My wish in my 30s

Bisa terus memperkaya diri dengan hal baru dan positif, menggunakan waktu dengan produktif, dan terus berkarya!

Dan pastinya ingin hidup lebih sehat.

Salam,

amuyassa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s