Anak di atas rata-rata

DSCF1898[Dari kiri: Mayang, Nesa, Stephanie, Indra, Yofan]

Satu per satu aku bertemu dengan anak-anak yang namanya sudah kukenal melalui email, itupun aku terima dari seseorang yang belum pernah kutemui sebelumnya. Memang seringkali seperti ini, ketika aku mendapat kesempatan untuk melibatkan diri dalam kegiatan sosial. Siklusnya selalu sama: networking-virtual meeting-direct communication-take an action-maintain relationship, dan aku selalu suka.

***

Sore itu, di tengah pekerjaan yang cukup membosankan, notifikasi email pribadi yang aku terima cukup membuatku kembali bergairah. Email itu memang lebih menarik daripada pekerjaan yang sedang aku selesaikan sore itu dan tentunya membuat naluri analisaku berfungsi (red: stalking). Email yang aku terima adalah email yang menjelaskan peran yang akan aku lakukan di kegiatan sosial pada sebuah organisasi non profit di Jakarta. “Spesial Olympics” itulah kata-kata yang sering aku temui di email yang sedang kubaca dan sayangnya kata itu tidak familiar buatku. Cukup lama aku mencerna isi dari email tersebut karena banyak hal yang belum aku ketahui dan aku sangat terbantu dengan search engine yang memberiku banyak informasi tentang Special Olympics.

Informasi yang aku peroleh dari hasil stalking melalui search engine tidak hanya membuatku menjadi tahu apa itu Special Olympics, namun mendatangkan kekaguman tersendiri pada nama anak-anak yang nantinya akan aku temui selama kurang lebih satu bulan. Hmm, aku mulai merinding membaca prestasi mereka dalam membanggakan Indonesia tercinta di ranah Internasional melalui ajang olimpiade olahraga khusus ini.

Kenapa khusus?

Special Olympics adalah sebuah organisasi internasional di bidang olahraga khusus untuk anak-anak dengan keterbatasan intelektual yang berarti memiliki keterbatasan secara fungsi intelektual dan kemampuan beradaptasi. Secara fungsi intelektual, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki keterbatasan dalam penalaran, pemahaman, dan problem solving. Fungsi ini dapat diukur melalui IQ test, dimana anak-anak dengan keterbatasan fungsi intelektual memiliki IQ 70-75. Sedangkan, keterbatasan kemampuan beradaptasi terdiri dari beberapa kondisi seperti: kemampuan berfikir (keterbatasan dalam penggunaan bahasa, tulisan, waktu, dan arah), kemampuan sosial (keterbatasan dalam hubungan antar personal, tanggung jawab sosial, penerimaan diri, kemampuan dalam mengikuti aturan), serta kemampuan praktik (keterbatasan dalam melakukan rutinitas/daily activity, menjaga kesehatan, melakukan perjalanan, penggunaan uang). [Source : AAIDD – American Association on Intellectual Developmental Disabilities]

Jika tuna rungu memiliki alat bantu pendengaran, tuna netra memiliki alat bantu baca dengan huruf Braille, sedangkan anak berkebutuhan khusus (tuna grahita) hanya perlu pendampingan. That’s the point! PENDAMPINGAN. Dan, dari sinilah organisasi ini bermula.

Sejak tahun 1962, organisasi ini didirikan oleh Eunice Kennedy Shriver, adik dari Presiden Amerika Serikat ke-35 – John F. Kennedy. Saat itu, shriver melihat tidak adanya kesempatan untuk berkembang yang dimiliki oleh adiknya, Rosemary Kennedy yang memiliki keterbatasan intelektual. Keduanya sering melakukan olahraga bersama-sama dan Shriver menyadari bahwa olahraga adalah cara mudah untuk mempersatukan bermacam-macam orang, termasuk memberi ruang bagi adiknya Rosemary untuk berkembang.

Organisasi ini kian berkembang di berbagai negara, termasuk di Indonesia yang dikenal dengan “Special Olympics Indonesia (SOINA),” tempat dimana aku pernah memiliki kesempatan untuk melibatkan diri. Bagiku, organisasi ini begitu mengagumkan karena memberikan wadah kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk tetap berkembang, bersosialisasi, bahkan berprestasi. SOINA memberikan perhatian khusus kepada kelompok minoritas yang terkadang kita tidak menyadari keberadaan mereka. Terkadang, kita tidak pernah peduli atau bahkan memikirkan kelompok minoritas ini di lingkungan sekitar kita. Aku pun demikian, sebelum aku mengenal organisasi ini.

***

Kembali pada cerita bagaimana aku pada akhirnya bertemu dengan mereka. Aku lebih suka menyebutnya sebagai teman baruku. Meski kami baru bertemu dua bulan terakhir ini, namun sikap mereka yang begitu natural membuat kami menjadi begitu dekat. Aku masih ingat betul saat pertama kali bertemu dengan mereka. Sapaan dan senyuman ramahnya seakan melunturkan rasa nervous yang sedang aku alami saat itu karena aku akan bertemu dengan para atlit yang sudah memberikan kontribusinya untuk negeri tercinta ini.

Nesa, Yofan, Indra, Mayang, dan Stephanie

Pertemuanku dengan mereka mematahkan stereotype yang berkembang di masyarakat dalam memandang kelompok minoritas ini. Mereka memiliki karakteristik masing-masing.

Nesa: ia aktif dalam berdiskusi dan selalu antusias untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. Ia responsif sekali terhadap hal baru yang membuatnya tertarik untuk menyampaikan pendapatnya. Ia sangat percaya diri. Ia memiliki keinginan yang besar untuk diterima di masyarakat, tidak dipandang berbeda, dan memiliki kesempatan untuk bekerja. Ia selalu bersemangat untuk menyuarakan haknya.

11054424_10203964864138039_6628629361485233258_o[Nesa bersama salah satu mentor dari Pakistan]

Yofan: ia memiliki potensi yang besar dalam berbagai hal. He is a good story teller, and he dream to inspire people through his words. He always good in delivering idea. Ia juga bagus dalam berpidato. Semangatnya selalu tinggi untuk maju, dan ingin sekali bisa melanjutkan sekolah di tingkat perguruan tinggi.

10988292_10203964928739654_5357316672277976858_o[Yofan saat berpidato di Kementrian Pemuda dan Olahraga]

Indra: ia adalah seorang laki-laki yang pendiam, memang agak sulit untuk membaca dan menyampaikan pendapatnya. Namun, ia sangat bertanggung jawab. He is a good athlete! Saat dia sudah memegang raket bulu tangkis, kemampuannya mengalahkan kepribadiannya yang sangat pendiam. Guest what? Indra akan membawa nama Indonesia pada ajang Special Olympics World Games 2015 di Los Angeles, California pada 25 Juli – 2 Agustus mendatang. Dan, ia akan terbang ke Amerika untuk mempertaruhkan nama negeri tercinta ini pada ajang World Games pada cabang olahraga Bulu Tangkis. Good Luck Indra!

10321729_10203964889698678_988203864097122666_o[Indra bersama tamu undangan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga]

Mayang: ia seperti kakak untuk anak-anak yang lain. Ia bagus dalam presentasi dan memiliki ide yang cukup bagus dalam menyampaikan gagasan. Ia sangat ramah dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ia saat ini berkeja di sebuah sekolah sebagai staff administrasi.

10830485_10203964833137264_5668392920281100947_o[Mayang bersama salah satu board members]

Stephanie: siapa tidak mengenal Stephanie Handojo? Wajahnya beberapa kali menghiasi media Indonesia karena prestasinya sebagai peraih medali emas dalam ajang Special Olympics World Games 2011 di Athens, Greece pada cabang olahraga renang. Gadis 24 tahun ini adalah seorang pejuang tangguh, ia sangat bagus dalam berpidato, bahkan dalam bahasa Inggris. Saat ini, ia memegang peran sebagai International Global Messenger periode 2015-2019 bersama 12 atlit lain dari 12 negara. Ia berhasil melewati tes dan mengalahkan 73 partisipan dari 22 negara bagian dan 39 negara di seluruh dunia (sumber: specialolympics.org). Ia tidak hanya membawa nama Special Olympics, namun juga membawa negara Indonesia. So proud of you Stephanie! Yang lebih membanggakan lagi adalah, She is nice, care and still humble! I adore it!

DSCF2039[Stephanie saat berpidato pada acara Asia Pacific Conference]

Aku belajar dari mereka bahwa Tuhan memang tidak pernah salah. Terkadang kitalah yang secara tidak sadar menyalahkan Tuhan atas hal yang terjadi yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Kitalah yang menjalankan peran untuk memilih apakah kita hanya akan berhenti menatap ketidaksempurnaan yang ada dan meminta orang lain untuk mengerti keterbatasan yang kita milki. Atau, kita mulai bertindak untuk berubah dan menunjukkan pada orang lain bahwa ketidaksempurnaan fisik bukan tiket menuju kegagalan.

Masih ingat bukan dengan international speaker Nick Vujicic? Meskipun ia hidup tanpa lengan dan kaki, tapi semangatnya mengalahkan ketidaksempurnaannya. Because, your potential is limited only by your excuses!

This is song from Avril Lavigne that dedicated to Special Olympics. The song tittle: “FLY”

Salam,

[At Tachriirotul M.]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s