Journey: Madina

I want to go to Mecca and Madina before going anywhere…

Dua kota itu yang ingin saya kunjungi sebelum pergi kemanapun. And I just realized that, 3 months ago. Gak pernah menyangka, doa yang saya pinta sejak awal 2013 lalu betul-betul diberikanNya. Dan Ia memberikan pada waktu yang saya minta – Januari 2014.

Perjalanan ini gak pernah terbayang sebelumnya, karna tabungan pun sebetulnya belum tercukupi sepenuhnya. Dan, Dia pun tak pernah membiarkan mimpi seorang hambaNya, karena Ia akan selalu memberi kemudahan melalui jalan yang lain, yang tak pernah disangka-sangka..

14 Januari 2014,

Saya berkumpul dengan rombongan yang lain di bandara International Soekarno Hatta, terminal 3. Penerbangan Jakarta – Abu dhabi – Jeddah menggunakan Etihad Airways pukul 5 pm dan memakan waktu sekitar 10 jam.

Etihad airways adalah maskapai penerbangan Abu dhabi. Pelayanannya pun sangat memuaskan, apalagi dengan adanya fasilitas hiburan umtuk membunuh kebosanan selama 10 jam di pesawat. Saya menghabiskan beberapa film selama perjalanan. Untuk masalah perut pun tidak usah khawatir karena pramugari tidak pernah berhenti menyodorkan makanan, entah itu snack atau main course yang sangat mengenyangkan dan bersahabat dengan lidah.

Kami tibah di Jeddah 15 Januari 2014 pukul 4 am waktu Jeddah. Disana beberapa orang sudah tampak mengenakan pakaian ihrom (pakaian untuk umroh). Rombongan kami belum mengenakan pakaian ihrom karena tujuan pertama kami adalah ke kota Nabi Muhammad SAW, Madina. Dari Jeddah ke Madina membutuhkan waktu sekitar 7 jam menggunakan transportasi darat. Pemandangan yang ditemui sepanjang perjalanan hanya padang pasir, jadi sebaiknya perjalanan Jeddah-Madinah dimanfaatkan untuk beristirahat saja.

Sampai di kota Madina, mata ini sudah tidak bisa dipejamkan lagi, terlebih ketika saya melihat payung masjid Nabawi sudah mulai tampak dari dalam bus. Rasanya, hati ini begitu bahagia dan terharu karena mimpi sudah di depan mata. Betapa anggunnya masjid yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Sayangnya, ketakjuban itu harus ditunda untuk sementara waktu, karena kami harus check in hotel, bersih-bersih badan setelah perjalanan sehari penuh, dan mengisi perut. Kami tiba di Madina sekitar pukul 2 pm. Sayangnya, kami terpaksa sholat dzuhur dan ashar di hotel karena proses check in yang cukup lama.

Nyamannya kota Nabi Muhammad SAW,

???????????????????????????????

Setelah selesei membersihkan badan, adzan maghrib berkumandang. Kami pun bergegas menuju ke masjid untuk mengejar sholat maghrib berjamaah. Ketika berjalan menuju masjid Nabawi, perasaan senang, deg-degan, dan takjub datang bergantian. Bibir ini pun secara spontan mengucap Sholawat, Allohumma Sholli ‘Ala Muhammad, Wa’ala ‘Ali Sayyidina Muhammad, nikmat mana lagi yang bisa kami dustakan ketika memiliki kesempatan beribadah di masjid Nabawi bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi besar Muhammad SAW.

Pertama kali menginjakkan kaki di masjid Nabawi, saya cukup terkejut ketika melihat semua pedagang menutup tokonya ketika adzan dikumandangkan. Semua orang berbondong-bondong menuju masjid, berlomba-lomba mendapat shaff di dalam masjid. Saat itu, kami hampir tidak mendapat shaff karena penuh. Namun, kami terus berusaha menerobos ke depan. Rasanya kami tidak rela jika tidak mendapatkan shaff di hari pertama kami sholat di masjid Nabawi. Alhamdulillah, kami memperoleh barisan shaff paling depan dan begitupun pada saat sholat isya.

Subhanalloh, betapa agungnya masjid yang dibangun oleh kekasih Alloh ini dan betapa luar biasanya pemerintah Arab Saudi dalam menjaga dan merawatnya. Saya tertegun saat melihat para petugas kebersihan membersihkan seluruh area masjid. Semuanya bekerja secara professional dan cekatan. Mereka pun begitu tegas kepada pengunjung yang sekiranya menghambat pekerjaannya. Pernah suatu saat, saya sedang menunggu waktu dzuhur di masjid, dan ada beberapa petugas kebersihan sedang berbincang-bincang dengan bahasa yang cukup familiar, bahasa Sunda. Ya, ternyata banyak dari mereka yang merupakan Tenaga Kerja dari Indonesia. Sekiranya temen-temen berkesempatan kesana, sekali-kali bisa memberikan sedekah kepada mereka, meski hanya 1 riyal.

Madina, Kota Nabi Muhammad SAW..

???????????????????????????????

Kenapa Madina dianggap sebagai kota Nabi? Itulah pertanyaan yang muncul di benak saya,

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah dan hijrah ke Madina untuk menyebarkan agama Islam. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW diutus Alloh SWT untuk meninggalkan kota Mekkah untuk berdakwah di kota Madinah. Menjelang hijrah ke Madinah, kaum kafir quraisy berencana ingin membunuh Nabi Muhammad SAW, namun beliau mengelabuhi para pemuda kafir quraisy yang mengepung rumahnya dengan meminta Ali bin Abi Thalib mengenakan jubah miliknya dan tidur di ranjang milik Nabi Muhammad SAW. Perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW menuju Madinah tidak mudah, beliau harus bersembunyi di dalam Gua Tsur yang terletak di selatan kota Makkah selama tiga hari dan menempuh perjalanan selama 7 hari melewati gurun dan padang pasir.

Di kota Madinah inilah Nabi Muhammad SAW membangun peradaban islam. Beliau membangun kota Madinah melalui tiga hal pokok: Membangun masjid, mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar, dan mengadakan perjanjian damai. Salah satu masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW adalah masjid Nabawi. Masjid ini dibangun di halaman rumah Nabi Muhammad SAW. Pada peristiwa hijrah inilah adzan pertama kali digunakan sebagai panggilan kepada umat muslim untuk menunaikan ibadah sholat.

Cerita di Rawdah,

???????????????????????????????Pintu menuju Rawdah: Suasana para jamaah perempuan sedang menunggu giliran untuk dapat memasuki Rawdah.

Pengalaman mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW dan para sahabat di Rawdah tidak akan pernah saya lupakan. Rawdah dikenal sebagai taman surga yang merupakan tempat di antara makam dan mimbar Nabi Muhammad SAW yang dibedakan dengan karpet berwarna hijau. Taman surga ini terletak di dalam masjid Nabawi, lebih tepatnya berada di shaff laki-laki. Para jamaah perempuan diberi kesempatan untuk mengunjungi Rawdah selepas sholat subuh dan selepas sholat isya. Rawdah dikenal sebagai tempat mulia dan mustajab untuk berdoa, untuk itulah umat muslim berkeinginan memiliki kesempatan berdoa di Rawdah, begitupun dengan saya.

Saya akui, butuh perjuangan untuk dapat berdoa di Rawdah. Untuk itu, terus niatkan hati agar diberi kesempatan oleh Alloh SWT untuk dapat beribadah di taman surga. Jangan lupa untuk memperbanyak membaca sholawat dan mengucapkan salam kepada kekasih Alloh SWT, Nabi Muhammad SAW. Di Rawdah, berusahalah untuk dapat melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat, sholat hajat, sholat dhuha (jika berkunjung pada saat waktu dhuha), dan sholat taubat. Ohya, untuk menghindari agar tidak terinjak orang lain saat sedang bersujud, sebaiknya ada yang menjaga kita ketika sedang sholat, dan dilakukan bergantian. Seramai apapun keadaan di Rawdah, mereka akan menghargai kita ketika sedang sholat, untuk itu, berdoalah ketika sujud atau sebelum salam. Biasanya, ketika kita sudah salam, para askar akan meminta kita untuk pergi dan bergantian dengan umat muslim yang lain.

Cerita lain tentang Madina…

???????????????????????????????

Selama berada di Madina, saya melihat banyak sekali masyarakat yang berwirausaha dengan berdagang. Setiap pedagang selalu memberikan penawaran terbaiknya dengan ramah, laiknya sedang meawarkan kerjasama kepada klien. Inilah perbedaan yang saya temui disana. Mereka sangat komunikatif dengan pembeli. Ohya, saat ingin membeli sesuatu, cobalah bersikap ramah dan iseng-iseng menawar, karena kadang mereka akan memberi harga lebih murah. Selepas sholat, banyak sekali pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di depan masjid Nabawi. Namun, jangan heran kalau tida-tiba mereka dikejar-kejar oleh Askar (polisi) karena mereka illegal. Harga yang ditawarkan oleh pedagang kaki lima ini memang lebih murah, namun kadang kualitas barang yang ditawarkan memang tidak sebagus di toko. Jadi, harus jeli dalam memilih barang yang akan dibeli ya….

City tour di Madina…

???????????????????????????????

Sudah sampai di Madina, jangan melewatkan kegiatan city tour ya…

Sebagian besar kegiatan city tour dilakukan selama setengah hari untuk mengejar waktu sholat dzuhur di masjid Nabawi. Tempat pertama yang kami datangi adalah masjid Kiblatain, masjid yang memiliki 2 kiblat. Sebelum kiblat mengarah ke Ka’bah (masjidil haram), kiblat umat muslim berada di Baitul Maqdis, Palestina. Disana, kami melaksanakan sholat Tahiyatul masjid dan sholat dhuha. Setelah itu, kami mengunjungi perkebunan kurma untuk belanja oleh-oleh coklat, kurma, kacang, dsb. Kami juga mengunjungi jabal magnet. Di tempat inilah terdapat saah satu keajaiban Alloh SWT. Di jabal magnet terdapat daya tarik menarik yang mempengaruhi laju kendaraan kami. Ketika kami berjalan berlawanan arah dengan medan magnet, laju kendaraan kami melambat meski sudah dengan kecepatan penuh. Namun, ketika kami berjalan searah dengan medan magnet, kendaraan kami melaju kencang hingga kecepatan 140 km/jam, padahal pengemudi tidak menginjak gas. Kami betul-betul tertegun dengan kebesaran Alloh SWT ini…

Berada di Madinah memang membuat hati terasa nyaman, apalagi para penduduk yang begitu ramah menyapa. Sesampai di tanah air pun, saya seringkali rindu ingin kembali lagi. Semoga, kedatangan saya saat itu bukan menjadi kedatangan terakhir bagi saya. Semoga temen-temen juga berkesempatan untuk dapat sholat di masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.

“Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Makkah dan mendoakan penduduknya dan sesungguhnya aku mengharamkan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mengharamkan Makkah. Dan sesungguhnya aku juga berdoa agar setiap sha` dan mudnya diberkahi dua kali lipat dari yang didoakan Ibrahim untuk penduduk Makkah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

[At tachriirotul M.]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s