Finally, Indonesia Menyala…

Image

Finally, I join with Indonesia Menyala…

Mengajar,

Entah kenapa saya menjadi jatuh cinta dengan mengajar. Bisa dibilang ini memang obsesi dan cita-cita masa kecil saya. “Aku pengen jadi dosen” kira-kira itulah jawaban saya ketika ditanya oleh orang-orang saat masih kecil dulu. Emm, atau bisa jadi gen kedua orang  tua saya yang sempat menjadi dosen masih mengalir dalam darah saya. Kalau tidak salah, saya pernah membaca artikel kakek Jamil Azzaini yang mengatakan bahwa Passion/karakter/Fenotipe (sifat yang tampak pada diri kita) merupakan hasil dari Genotipe (gen) + Lingkungan + Reaksi keduanya (Genotipe-Lingkungan).

Sudah sudah, bukan itu yang ingin saya ceritakan, D:

Alhamdulillah, saya lolos seleksi program Indonesia menyala yang merupakan salah satu program dari yayasan Indonesia Mengajar. Dari dulu saya sangat mengagumi pencetus gerakan ini, Bapak Anies Baswedan. Meskipun tidak sebesar kegiatan Indonesia Mengajar, namun saya sangat senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar @penyala (sebutan bagi relawan Indonesia menyala) dan @pengajarmuda (sebutan bagi pengajar Indonesia Mengajar). Memang, masih banyak yang belum mengenal Indonesia Menyala. Jadi, mau tau, apa mau tau banget? (hehehe), I will explain

Indonesia Menyala adalah salah satu program yang diinisiasi oleh para pengajar Indonesia Mengajar. Kegiatan ini bermula dari keprihatinan para pengajar muda terhadap minimnya minat baca dan fasilitas baca seperti perpustakaan di daerah penempatan para pengajar muda – Indonesia Mengajar. Sebetulnya program ini sudah berjalan sejak 2011 lalu dengan menggerakkan para sukarelawan untuk mengumpulkan buku dan menyalurkannya pada taman baca atau perpustakaan di beberapa titik di Indonesia. Tujuannya? Meningkatkan minat baca anak dan membudayakan membaca.

Kenapa Indonesia Menyala? Pak Anies Baswedan berharap,

“Anak-anak desa yang menyala akal dan budinya karena membaca buku yang baik bersama para Pengajar Muda, bagaikan ribuan dan jutaan lampu yang menyalakan Indonesia”

Dua tahun berjalan, para pengajar muda melakukan evaluasi terus menerus, hingga akhirnya disadari bahwa penyaluran buku tidak semata-mata dapat membantu meningkatkan minat baca anak. Bisa saja buku tersebut hanya tergeletak di rak-rak buku tanpa disentuh sedikitpun oleh anak-anak. Lantas, mereka mencoba membuat formula kegiatan untuk dapat menularkan budaya membaca di kalangan anak-anak. Untuk itu, tahun 2013 ini para pengajar muda mengadakan program Taman Baca Indonesia Mengajar #TBIM di Jakarta.

Kegiatan ini masih merupakan pilot project yang nantinya akan diimplementasikan di beberapa Taman Baca Indonesia Mengajar di seluruh Indonesia. Bulan Juli-Agustus 2013 lalu, tim Indonesia Menyala mengadakan open recruitment bagi @penyala untuk membantu mewujudkan pilot project ini. Alhamdulillah, saya termasuk salah satu @penyala yang lolos seleksi. Proses tersebut memang sangat sederhana, hanya melalui proses seleksi essay yang dikirimkan kepada panitia open recruitment. Essay tersebut tidak jauh dari tema pendidikan anak dan budaya membaca di Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan selama enam bulan di 12 titik di Jakarta. Setiap titik ditugaskan 2-3 @penyala yang memiliki tugas menghidupkan taman baca dengan mendampingi siswa dan aktor-aktor lain secara intensif untuk menumbuhkan budaya membaca di suatu wilayah taman baca, mendesain, dan mengelola kegiatannya secara mandiri. Outputnya adalah: Taman baca tersebut akan tetap berjalan meski program Indonesia Menyala telah selesai.

Para penyala diharapkan dapat mengembangkan ide-ide untuk pengembangan Taman Baca Indonesia Mengajar. Tentunya, para penyala juga diharapkan mampu melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar Taman Baca seperti guru, orang tua, pemuda, dsb untuk turut peduli dengan literasi anak di lingkungannya.

Menarik bukan?

Terkadang, kepedulian terhadap sesama manusia di lingkungan sekitar dapat membuat hidup menjadi lebih membahagiakan. Let’s try to donate (your) 4 hours every week.

Image[Foto: Indonesia Menyala]

Saatnya turun tangan !

Regards,

At tachriirotul M.

Advertisements

One thought on “Finally, Indonesia Menyala…

  1. bungatongeng says:

    Salam Penyala! dari Makassar. Saya gabung Penyala Makassar di tgl 1 Januari 2013. Tanggal keramat menurutku. Senang membaca postingan ini krn sy tahu bhw setiap harinya smakin byk org yang mau turun tangan tuk pendidikan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s